1 Petrus 1:6 " Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan"
Think about it. Saat pertama kali saya melayani Tuhan sebagai singer dan pemimpin pujian, seorang jemaat mengatakan bahwa saya hanya pamer suara saja. Kemudian saya pun di libatkan untuk melayani dengan bermain keyboard, gitar, bahkan drum. Malah saya dianggap pamer kemampuan, padahal saya memainkan semua alat musik itu pas-pasan. Karena hati saya hanya untuk melayani Tuhan, maka apapun akan saya lakukan untuk melayani Dia. Bahkan saya pernah disuruh turun dari altar oleh ibu gembala saya ketika pemain drum yang dianggap lebih mahir dari saya datang ke KKR kecil yang diadakan oleh gereja saya. Padahal saya sudah latihan selama seminggu.
Sahabat ku,, saya tidak menyerah melayani Tuhan meskipun hal yang seperti itu bisa saja melemahkan iman saya. Saya bisa saja kecewa kepada ibu gembala saya. Saya bisa saja benci dengan jemaat yang selalu saja tidak suka jika saya melayani Tuhan setiap minggu. Tapi dari peristiwa itulah saya belajar arti melayani yang sesungguhnya.
Sahabatku,, saat ini kita mungkin dihimpit oleh berbagai masalah ketika kita sedang dekat dekatnya kepada Tuhan. Kita mungkin berpikir " Kok makin dekat dengan Tuhan, saya malah semakin banyak masal". Berbahagialh, karena sesungguhnya Tuhan sedang mengajarkan kepada kita arti melayani yang sesungguhnya. Sama seperti Yesus melayani kita, salib menjadi tantangan terbesar dalam pelayanan-Nya. Namun akhir dari pencobaan itu mendatangkan sukcita besar bagi umat-Nya.
Demikian pula ketika kita tetap kuat di dalam setiap pencobaan,maka sukacita besar akan kita tuai. Pencobaan itu menghasilkan ketekukan. (Someone,2011)*hehe